Sebuah Renungan
Keretakan rumah tangga seringkali dimulai dari hal-hal kecil yang tampak sepele. Salah satunya adalah ketidakmampuan pasangan menjaga pandangan, baik pandangan mata maupun hati.
Dalam Al-Qur’an, kata “bashar” digunakan untuk menggambarkan pandangan mata yang melibatkan hati. Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga pandangan dalam Islam, karena pandangan mata yang tidak terjaga bisa menjadi pintu masuk setan.
Setan kerap kali memperindah dan mempesona hal-hal yang haram dan bukan hak kita. Contohnya, seorang lelaki yang tergoda mungkin akan melihat teman sekantornya lebih menarik dibandingkan istrinya di rumah.
Padahal, apa yang ada pada wanita itu juga dimiliki oleh istrinya, yang telah bersedia melayaninya dan menerimanya sejak awal. Demikian pula, seorang wanita bisa tergoda melihat lelaki lain yang tampak lebih mapan, lebih perhatian, dan lebih romantis dibandingkan suaminya. Padahal, suaminya sudah rela mendampingi dan berjuang menghidupi ia dan anak-anaknya.
Kita sering kali tidak menyadari betapa besar fitnah yang bisa timbul akibat pandangan yang tak terjaga. Oleh karena itu, setiap mukmin dan mukminah, baik yang single maupun yang sudah menikah, diwajibkan sekuat mungkin menjaga pandangan. Mencukupkan diri memandang yang halal bukan hanya menenangkan hati, tetapi juga membuahkan pahala, insya Allah.
Di atas semuanya, hati kita adalah penilai yang paling jujur. Hati kita tahu kapan syahwat tergerak, dan kita harus segera menundukkan pandangan.
Nurani kita juga yang paling tahu kapan kita harus bertaubat dan beristighfar akibat pandangan yang terumbar. Orang lain bisa saja menilai kita saleh dan amat terjaga, namun sejatinya, kita yang paling tahu kualitas dan rahasia diri kita.
Allah SWT berfirman:
يَعۡلَمُ خَآئِنَةَ ٱلۡأَعۡيُنِ وَمَا تُخۡفِي ٱلصُّدُورُ
“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada.” (QS. Ghafir: 19)

Artikel ini bukan hanya sebuah pengingat, tetapi juga sebuah ajakan bagi kita semua (khususnya diri saya sendiri) untuk lebih menjaga pandangan dan hati. Demi menjaga keharmonisan rumah tangga dan mendapatkan ridha Allah SWT. Mari kita jaga pandangan kita, agar setan tidak punya celah untuk merusak kebahagiaan kita.
Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya dan senantiasa memampukan kita menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan-Nya. Aamiin.